Saturday , November 17 2018

PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019

0
HARI
0
JAM
0
MENIT
0
DETIK
KPU Kota Padang Panjang Menggelar Deklarasi Kampanye Damai

KPU Kota Padang Panjang Menggelar Deklarasi Kampanye Damai

Minggu (18/2/2018) KPU Kota Padang Panjang melaksakan Kegiatan Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang Tahun 2018, Deklarasi tersebut dihadiri oleh Ketua KPU Kota Padang Panjang Jafri Edi Putra dan Anggota KPU Kota Padang Panjang beserta KPU Provinsi Sumatera Barat, Panwalu Kota Padang Panjang, Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Padang Panjang Irwan, S.Sos, Ketua DPRD Kota Padang Panjang Dr. Novi Hendri, SE, M.Si, unsur Forkopimda.

Ketua KPU Kota Padang Panjang Jafri Edi Putra dalam sambutannya mengatakan deklarasi kampanye damai tidak hanya sebagai slogan, seremonial, tapi deklarasi ini harus diimplementasikan, harus dipatuhi dan dilaksanakan dengan sebaiknya, maka jangan ciderai pemilu ini dengan hal-hal yang dapat merusak pilkada.

“Jangan ada kampanye money politik, hoax dan sara yang dapat merugikan pilkada kita ini,” tegas Jafri. Negara ini didirikan tanpa kebencian, tanpa membedakan suku dan ras, demi komitmen bersama jadikanlah pilkada ini dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya dan sebersih- bersihnya.

“Mulai dari KPU,PPK, PPS, KPPS harus menjadi penyelenggara yang berkomitmen, berintegritas, non partisan, yang kedua pasangan tidak melakukan intimidasi, tidak melakukan money politik, no sara, serta tidak menyebar berita hoax, dan yang terakhir pemilih yang halal, pemilih yang tidak bisa dibayar dengan sepersen apapun ketika menggunakan hak pilihnya” jelas Jafri.

“Pemilih yang berdaulat adalah pemilih yang bebas dan merdeka dalam menggunakan hak pilihnya, maka dengan pemilih yang berdaulat, Negara akan kuat” tutup Jafri.

Dalam kesempatan yang sama Saiful Ardi menegaskan resiko yang akan dialami oleh paslon tidak hanya bersifat pelanggaran hukum bagi pemberi dan penerima tetapi akan berdampak pada pengguguran keikutsertaan paslon tersebut.

“Jika kami menemukan politik uang dan sara pada paslon, maka paslon terkait bisa gugur dalam pilkada meskipun dilakukan oleh pendukung atau tim sukses tanpa sepengetahuan paslon,” tutup Saiful.

Acara diakhiri pawai bersama Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang Tahun 2018 dengan rute yang telah ditentukan oleh KPU Kota Padang Panjang.(Hum/KPU-PP)