Wednesday , October 21 2020

PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019

0
HARI
0
JAM
0
MENIT
0
DETIK
Tetapkan Spesifikasi Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), KPU Kota Padang Panjang Adakan Rapat Pleno

Tetapkan Spesifikasi Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), KPU Kota Padang Panjang Adakan Rapat Pleno

Senin (12/10/2020), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang Panjang melaksanakan rapat pleno rutin dengan agenda pembahasan yakni penetapan rencana kebutuhan dan spesifikasi teknis Alat Pelindung Diri (APD) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Tahun 2020. APD tersebut akan dipergunakan pada beberapa tahapan pemilihan yaitu: (1) pensortiran, pelipatan, pengesetan dan pengepakan logistik., (2) pendistribusian logistik pada tingkat badan penyelenggara dan (3) pemungutan dan penghitungan suara serta rekapitulasi perolehan suara.
Rapat pleno yang dilaksanakan di ruang rapat kantor KPU Kota Padang Panjang tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka langsung oleh Ketua KPU Kota Padang Panjang, Okta Novisyah. Rapat dihadiri Komisioner KPU Kota Padang Panjang., Plt Sekretaris, Linda Marlina., Kasubag Teknis dan Hupmas, Rahmad Doni., Kasubag Program dan Data, Suhelman., Kasubag Hukum, Rizky Satria Pratama., Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Weriza beserta staf sekretariat KPU Kota Padang Panjang.
Dalam rapat pokja tersebut ditetapkan rencana kebutuhan dan spesifikasi teknis Alat Pelindung Diri (APD) yang akan digunakan oleh penyelenggara pemilihan serentak di Kota Padang Panjang, mulai dari KPU, PPK, PPS sampai pada KPPS yang akan dibentuk. APD tersebut terdiri dari dua kategori, pertama adalah kategori perbekalan kesehatan rumah tangga yang terdiri dari hand sanitizer, sabun cair cuci tangan dan disinfektan., kedua adalah kategori barang umum yang terdiri dari masker kain, semprotan, tissue towel sheet dan fasilitas cuci tangan.
Pengadaan APD merupakan salah satu upaya dari KPU mulai dari KPU Pusat, KPU Provinsi hingga KPU Kabupaten/Kota untuk mencegah penularan Covid-19 dalam pelaksanaan pemilihan serentak tahun 2020 serta mencegah munculnya kluster baru penularan Covid-19 yang berasal dari Cluster Pilkada. (Release KPUPP/Rahmah Tika Saufi)